Pengakuan Lelaki terhadap Wanita

http://www.ayatayatcintathemovie.com/img/wallpaper1/w4_800.jpg



Kami sulit menahan pandangan mata kami
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan Allah
kecantikan dan postur yand ideal,
kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian,
kerana itu lebarkanlah serta longgarkanlah pakaian kalian
dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.


Kami sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan oleh Allah
suara yang merdu dengan irama yang mendayu
kerana itu tegaskanlah suara kalian
tatkala berbicara di berhadapan dengan kami
dan berbicaralah seperlunya sahaja.


Kami juga sulit menahan
bayangan-bayangan hati kalian,
ketika kalian dapat menjadi
tempat untuk dicurahkan segala isi hati kami,
waktu luang kami kadangkala akan sering terisi
oleh bayangan-bayangan kalian,
kerana itu janganlah kalian membiarkan kami
menjadi curahan hati bagi kalian

Kami tahu kami insan lemah
bila harus berhadapan dengan kalian,
kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh
hanya dengan senyum kalian,
hati kami akan bergetar
ketika mendengar dan melihat kalian menangis.

Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,
maka jagalah amanah itu
jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan-Nya.

Maha Besar dan Maha Suci Allah yang tahu
akan kelemahan hati kami ini,
hanya dengan ikatan yang suci dan yang diredhai-NYA,
kalian akan menjadi halal bagi kami.







"LAlu apa yang telah aku lakukan selama ini..YA Rabb, ampunilah daku.
Untuk setiap pandangan yang tak terjaga,
untuk iman yang tak dipelihara,
lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab,

Ya Rabb, Engkaulah mengawasi kami setiap detik,
kerana kasih sayangMu ya Allah kepada kami,
Engkau perintahkanlah malaikan silih berganti
menemani kami siang dan malam
agar iman kami dapat dijaga...

nasehat



Pantun Nasihat


Silalah sahabat2 yang di muliakan,
marilah menyusun kata bicara...
berkias atau terus.....
agar beri kesan pada hati.....
menambah keinsafan dan membawa ketenangan.
Insyallah.

Izinkan hamba memula acara
kata di atur agama di syiar
andai hamba tersalah bicara
harap di tegur jangan di biar

Berbuat baik eratkan ukhwah
bila bertemu senyum menyerlah
perbanyak kan lah perkataan dakwah
Tuhan kamu besarkan lah

Tegak berdiri di ruang tamu
seorang panglima hebat lagaknya
korbankan diri dan harta milik mu
demi agama tersebar seluruh nya


Ditepi tasik ramai belia
mengail sepat letak di pasir
jangan asyik mengejar dunia
agar akhirat tidak tercicir


Dua tiga kucing berlari,
Mana nak sama si kucing belang.
Dua tiga boleh ku cari,
Jangan tinggalkan solat fardhu 5 waktu, wajib tau!


Menguatkan iman ada caranya
baca al quran dan amalkan nya
masjid bukan sekadar binaan nya
tapi amalan yang ada di dalam nya

Sekian lamanya nabi pergi
agama terabai sepi sendiri
bicara agama di rasa rugi
bila teman jauhkan diri

Tutplah pintu jangan berbunyi
nanti terjaga ibu dan bayi nya
kubur itu tempat yang sunyi
quran di baca sebagai peneman nya....


. . : :Ciri-ciri Taqwa: : . .

CIRI-CIRI TAQWA :

—————————————————

1. Ingat dua perkara
2. Lupa dua perkara
3. Menyukai apa yang Allah suka
4. Membenci apa yang Allah benci

—————————————————-

1.Ingat Dua Perkara


Pertama:

Kebaikan, jasa dan budi orang kepada kita perlu diingat selalu dan sekiranya berpeluang, maka eloklah disebut-sebut dan dibalas walaupun balasan itu tidak setimpal

Lebih-lebih lagilah kita perlu ingat dan mensyukuri segala nikmat dan limpah kurnia Allah SWT kepada kita yang tidak terhingga banyaknya.

Firman Allah SWT:

Waamma bini’matihi rabbika fahaddith’.

Maksudnya:

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (sebagai tanda bersyukur).” (Adh Dhuha:11)

Ini supaya kita terasa terhutang budi dan berterima kasih kepada orang yang berbuat baik dan berjasa kepada kita.

Tentulah terhadap Allah, lebih-lebih lagi patut kita rasakan sedemikian. Memang patut kita taat dan bersyukur kepada Allah, dengan membuat amal kebajikan biarpun segala amalan itu tidak mungkin setimpal dengan kurniaan Allah.

Kedua:
Kesalahan kita kepada orang lain hendaklah sentiasa kita ingat dan kita minta maaf daripadanya. Ingat selalu tentang kesalahan diri agar kesalahan itu tidak diulangi. Rasa bersalah itu penting kerana rasa itulah yang mendorong kita meminta maaf.

Itu terhadap kesalahan kita terhadap sesama manusia. Lebih-lebih lagilah kita perlu ingat dosa-dosa dan kederhakaan kita kepada Allah. Kita iringi ingatan kepada dosa-dosa itu dengan bertaubat. Kekalkan rasa berdosa itu supaya kita terhindar dari terbuat dosa-dosa yang lain dan hati kita sentiasa takut dan berharap agar Allah ampunkan dosa kita.


2. Lupa Dua Perkara

Pertama:

Lupakan segala budi, jasa dan kebaikan kita kepada orang.Jangan diungkit-ungkit dan dikenang-kenang.

Kembalikan segala kebaikan yang kita buat itu kepada Allah. Rasakan seolah-olah kita tidak pernah berbuat baik kepada orang. Lebih-lebih lagi, kita kena lupakan segala amal ibadah yang telah kita buat kepada Allah. Jangan diungkit-ungkit atau dikenang-kenang.

Rasakan seolah-olah kita tidak beramal. Dengan itu moga-moga hati kita tidak dilintasi oleh rasa ujub, sum’ah atau riyak atau rasa diri baik dan mulia.

Kedua:

Lupakan kejahatan orang terhadap diri kita. Anggaplah seolah-olah tidak ada siapa yang bersalah dengan kita supaya tidak tercetus rasa marah atau dendam terhadap orang.

Lebih-lebih lagi hendaklah kita lupakan segala kesusahan dan ujian, musibah atau mala petaka yang Allah timpakan kepada kita seperti sakit, kematian, kerugian, kemalangan dan kegagalan.

Atau banjir, kemarau, ribut taufan, tsunami, wabak penyakit, kemeseletan ekonomi dan sebagainya. Supaya tidak tercetus perasaan tidak sabar dan tidak redha dengan ketentuan Allah.


3.Menyukai Apa Yang Allah Suka

Yakni kesukaan kita hendaklah selari dengan kesukaan Allah. Kita buat apa sahaja perbuatan dan amalan menurut apa yang disukai Allah. Ini mudah kalau apa sahaja yang Allah suka, kita pun suka.

Bukan soal sesuatu amalan itu kecil atau besar, fardhu, wajib atau sunat tetapi asalkan Allah suka, kita pun suka dan kita pun membuatnya.

Itu manifestasi dari cinta kita yang mendalam kepada Allah. Seseorang itu akan menyukai apa sahaja yang disukai oleh orang yang dicintainya.

Soal amalan fardhu, wajib atau sunat sudah tidak jadi pertimbangan. Semua amalan yang Allah suka akan kita buat. Ia bukan juga soal mendapat pahala atau fadhilat. Ia lebih kepada hasrat untuk menyatakan dan membuktikan cinta dan kehambaan kita kepada Tuhan.


4.Membenci Apa Yang Allah Benci

Yakni kebencian kita hendaklah selari dengan kebencian Allah. Kita tinggalkan apa sahaja perbuatan dan amalan menurut apa yang dibenci oleh Allah. Ini mudah kalau apa yang Allah benci, kita pun benci. Nafsu pasti mendorong untuk berbuat apa yang Allah benci kerana nafsu itu suka kepada apa yang Allah benci dan benci kepada apa yang Allah suka.

Tetapi fitrah tetap kuat dan teguh. Fitrah yang suci murni itu, wataknya berlawanan dengan watak nafsu. Ia suka kepada apa yang Allah suka dan benci kepada apa yang Allah SWT benci. Nafsu tidak dapat mengalahkannya kerana rasa bertuhan dan rasa kehambaannya yang mendalam.

————————————————————————————–

Belajar ilmu dunia dengan sesiapa pun tidak mengapa

Belajar Islam pilihlah insan bertaqwa

agar ilmunya berkat dapat didikan yang baik

dan…

tidak SESAT.



Banyak orang boleh memberi ilmu tapi tidak mampu memberi didikan…

Justeru itulah di segi pelajarannya cemerlang…

tapi dari segi akhlak…

MALANG

'Di Sebalik air mata wanita.......'

"Suatu ketika, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.” “Saya tak mengerti ibu,” kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kau memang tak akan mengerti…”

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” “Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab. “Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawapannya:

“Saat Ku ciptakan wanita, saya membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.

“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

bersyukurlah dilahirkan sebagai wanita...
tambahlah bersyukur dilahirkan sebagai wanita Muslimah..."


iluvibu.....forever.....(^_^)

.-~Keistimewaan Niat~-.

Niat itu lintasan hati. Oleh kerana terlalu banyaknya perkara yang melintas di dalam hati, niat itu adalah lintasan nekad hati terkawal. Seperti contoh, anak mata kamu tersorot pada seekor beruk, lalu hati kamu berdetik;

'Wah, lawanya' (lintasan luar kawal).

'Nak tengoklah' (lintasan terkawal).


Dengan erti kata lain, kamu nekad menghendakinya dan kehendak itu datang dari diri kamu sendiri. Sedang lintasan hati luar kawal adalah sesuatu yang terdetik secara sendiri. Bukan atas dasar kehendak kamu.

Positifnya niat dapat menjana daya usaha yang berterusan dan gerak kerja cemerlang dalam menggapai matlamat. Sebaliknya, Penyalahgunaan niat akan menjerebakkan pengguna ke arah sia-sia dan pembaziran.

Saidina Umar meriwayatkan hadis Rasulullah SAW:

'Sesungguhnya setiap perbuatan itu dimulakan dengan niat. Dan bagi setiap individu itu menurut apa yang diniatkan. Maka sesiapa yang berhijrah kerana Allah dan rasulNya, maka hijrahnya adalah bagi Allah dan rasulNya. Maka sesiapa yang hijrahnya kerana dunia atau perempuan yang akan dinikahi, maka hijrahnya untuk apa yang dia kehendaki''.

Sesuatu pekerjaan yang diusahakan dengan niat yang berterusan akan membuahkan hasil seperti yang diniatkan, walaupun tidak seindah yang dibayangkan. Berbeza dengan sesuatu perbuatan yang terlalu sering diperbicarakan. Kerana pengaruhnya kerajaan hati, mampu mengawal selia tindak tanduk anggota badan. Tidak seperti lidah yang tidak bertulang. Akibatnya jadilah seperti pepatah melayu '
cakap tak serupa bikin' atau 'indah khabar dari rupa'.

Niat yang seragam di kalangan ahli anggota sesuatu pasukan mampu merealisasikan objektif, misi, dan visi persatuan. Keseragaman niat juga akan menyelaraskan kerjasama antara ahli jawatankuasa dalam usaha mencapai target.

Namun, istimewanya niat yang didasari kerana Allah, atau untuk mencari keredhaanNya, atau sebagainya, yang kembali kepada Allah, maka individu itu akan berusaha
menurut kehendak syara' (Allah dan rasulNya); bertanggungjawab, amanah, menjaga halal haramNya, sentiasa mengawasi tindak tanduknya dan sebagainya.

Maka tidak timbul cerita penyalahgunaan kuasa, gangguan seksual, main-main mata sesama AJK sewaktu mesyuarat dan sebagainya. Kerana seluruh anggota badan telah tunduk kepada fokus lintasan nekad hati, kerana Allah Ta'ala.

Sabda Rasulullah SAW:
''Sesungguhnya, dalam jasad itu ada seketul daging. Jika baik daging itu, maka baiklah seluruh jasad, jika buruk daging itu, maka buruklah seluruh jasad. Sesungguhnya itulah hati.''

Begitu juga jika kamu melakukan sesuatu kerana seseorang, kamu akan melakukannya menurut kehendaknya, kesukaannya, dan berhati-hati dari kebenciannya.

Inputnya, dalam usaha mencapai target, usahakan satu lintasan nekad di dalam hati yang berterusan setiap masa, untuk menjana daya usaha konsisten dan gerak kerja cemerlang ketika menguruskan sesuatu pekerjaan atau sesuatu perkara. Maka sesiapa yang berhijrah kerana Allah dan rasulNya, maka hijrahnya adalah bagi Allah dan rasulNya. Maka sesiapa yang hijrahnya kerana dunia atau perempuan yang akan dinikahi, maka hijrahnya untuk apa yang dia kehendaki.

Oleh itu perbetulkanlah niat kita sebelum melakukan sesuatu perkara. InsyaAllah, kita akan berada di landasan yang benar.

Persoalan Pemuda


Ada seorang pemuda mempunyai persoalan yang merunsingkan pemikirannya. Jadi dia ambil keputusan untuk bertanya pada tok imam di kampungnya.

Pemuda: Saya ada tiga soalan yang ingin bertanya pada tok imam:

Soalan pertama; Tunjukkan kepada saya bukti kewujudan tuhan itu?

Soalan kedua; Apa yang dimaksudkan dengan takdir?

Soalan ketiga; Syaitan dan neraka diperbuat daripada api, tetapi mengapakah syaitan dicampak kedalam neraka dan bukannya kedalam air?

Lalu tok imam menampar pemuda tersebut dan berkata.

Tok imam: Tamparan ini untuk menjawab ketiga-tiga soalan tadi, sakit tak tamparan itu?

Pemuda: Tentulah sakit!

Tok imam: Boleh tunjukkan pada saya rasa sakit itu?

Pemuda tersebut terdiam dan itulah jawapan untuk soalan pertama tadi.

Tok imam: Saya nak tanya adakah malam tadi saudara bermimpi saya akan menampar saudara atau telah tahu saya akan menampar saudara?

Pemuda: Tidak!

Jadi, itulah yg dinamakan takdir, soalan kedua sudah pun terjawab.

Tok imam: Tangan ini diperbuat daripada apa ya?

Pemuda: Tanah!

Tok imam: Jadi tamparan tadi menunjukkan pertembungan antara tanah dan tanah dan itu juga menyakitkan. Jadi, syaitan juga akan berasa kesakitan jika di humban kedalam api.

Terjawab sudah soalan ketiga.

Lalu pemuda itu pulang ke rumah dengan penuh keinsafan.

Pengajaran dari kisah ini, jangan mempersoal dan meragui kekuasaan Allah Subhanahu Wa Taala.

Allah cintakan hamba2nya yang......

BERKATA Ibnu Abbas r.a bahawasanya RasuluLlah s.a.w telah bersabda : ALlah telah berfirman : " Berkata Daud tatkala dia berkata-kata kepada Tuhannya : Ya Tuhanku! Siapakah di antara hamba-hambaMu yang paling Engkau cintai, supaya aku mencintainya dengan sebab cintaMu itu?

Berfirman Tuhan: Wahai Daud! Orang yang paling Kucintai di antara hamba-hambaKu ialah yang bertakwa hatinya, suci kedua-dua belah tangannya, tidak menyusahkan orang lain dan tidak membuat fitnah ke sana ke mari, gunung-ganang akan berubah namun dia tetap begitu juga,

dia mencintaiKu serta menarik hamba-hambaKu untuk mencintaiKu.